BRMP Sulawesi Barat Dukung Penyusunan Aksi Adaptasi Perubahan Iklim melalui Pemanfaatan SIDIK
MAMUJU – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat turut berpartisipasi dalam Bimbingan Teknis dalam rangka Penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Daerah (RAAPID) dan Permintaan Data Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu–Kamis, 2–3 September 2026, bertempat di Maleo Town Square Hotel (MATOS), Mamuju.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui perencanaan adaptasi yang berbasis data dan kondisi wilayah. Bimbingan teknis diselenggarakan oleh Hanns Seidel Foundation melalui Proyek RBP REDD+ for Results Period 2014–2016 GCF Output 2, bersama Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim serta Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, dengan melibatkan berbagai instansi terkait di Provinsi Sulawesi Barat.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan dan praktik terkait penilaian kerentanan dan risiko perubahan iklim menggunakan Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan (SIDIK). SIDIK menjadi salah satu instrumen penting dalam mengidentifikasi wilayah dan sektor yang memiliki tingkat kerentanan terhadap dampak perubahan iklim, sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah adaptasi yang tepat sasaran.
Selain penilaian kerentanan dan risiko, kegiatan juga membahas penyusunan pilihan serta prioritas aksi adaptasi perubahan iklim. Peserta didorong untuk mengidentifikasi berbagai potensi dampak perubahan iklim di wilayah masing-masing, sekaligus merumuskan langkah adaptasi yang realistis, terukur, dan dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
BRMP Sulawesi Barat turut memberikan dukungan melalui penyediaan dan pemanfaatan data serta informasi di bidang pertanian yang relevan dengan kondisi perubahan iklim. Hal ini penting mengingat sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat dipengaruhi oleh perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, perubahan musim tanam, ketersediaan air, serta berbagai risiko iklim lainnya yang dapat berdampak terhadap produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.
Keikutsertaan BRMP Sulawesi Barat dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam penyusunan RAAPID Provinsi Sulawesi Barat. Kolaborasi antarlembaga diharapkan mampu menghasilkan perencanaan aksi adaptasi yang tidak hanya berbasis data dan kajian risiko, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik wilayah serta kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam membangun sektor pertanian yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim. Pemanfaatan data dan informasi yang akurat diharapkan menjadi fondasi penting dalam menentukan kebijakan dan strategi adaptasi guna menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Provinsi Sulawesi Barat.(L)